Cerita Sampah, Masalah, dan Pemanfaatannya sebagai solusi
Oleh : NURIA WIDOWATI
Disampaikan pada
acara : Temu Remaja di Kecamatan Karanglewas
Sampah
menjadi masalah di mana saja, di kota mana saja, di kota atau di desa, dan
siapa saja. sampah memang sudah menjadi ‘sunnatullah’ alias ‘hukum alam’.
Melekat seperti dua keping mata uang. Sampah di sisi lain dan kehidupan di sisi
lainnya. Rasanya tidak mungkin kita menghindarinya. Karena kita tidak bisa
menghindarinya,maka langkah terbaik adalah MENGHADAPINYA.
Karakteristik Sampah Warga
Sampah warga
sama seperti sampah-sampah kota pada umumnya. Sampah ini bercampur antara
sampah organik dengan sampah non organik. Warga belum memiliki kesadaran untuk
memisahkan antara sampah organik dengan sampah non organik. Sampah-sampah ini
dikumpulkan setiap dua hari sekali oleh petugas sampah.
sampah
warga didominasi oleh sampah-sampah non organik. Sampah non organik yang paling
banyak adalah sampah plastik. sampah dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok
besar: sampah non organik dan sampah organik. Dari setiap kelompok ini
berdasarkan bisa tidaknya didaur ulang dapat dikelompokkan menjadi bisa didaur
ulang dan tidak bisa didaur ulang. Lihat gambar di bawah ini:
Pembagian kelompok sampah warga
Contoh
kelompok sampah tersebut adalah sebagai berikut:
A. Sampah Organik Bisa Didaur Ulang: kertas, kardus, koran, majalah, dll
B. Sampah Organik Tak Bisa Didaur Ulang: sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.
C. Sampah Non-organik Bisa Didaur Ulang: logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol
A. Sampah Organik Bisa Didaur Ulang: kertas, kardus, koran, majalah, dll
B. Sampah Organik Tak Bisa Didaur Ulang: sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.
C. Sampah Non-organik Bisa Didaur Ulang: logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol
minuman, kaleng, plastik, kaca, dll.
D. Sampah Non-organik Tak Bisa Didaur Ulang: plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.
D. Sampah Non-organik Tak Bisa Didaur Ulang: plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.
Dalam
kesempatan ini kita akan membahas pengolahan atau lebih tepatnya pemanfaatan
sampah atau limbah tapi yg dari bahan plastik yaitu dengan memanfaatkannya sebagai
bahan kerajinan,
Kerajinan dari sampah
plastik ini nantinya kita
harapkan bisa menjadi alternatif peluang usaha di sekeliling kita.
Cara Mengolah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan
Langkah
awal mengolah sampah plastik menjadi kerajinan adalah adalah memisahkan sampah
kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering dibersihkan. Setelah itu
plastik-plastik yang telah dicuci dan dikeringkan kemudian dipotong-potong
seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat. Pola dibuat sesuai dengan
bentuk barang yang akan dibuat. Setelah dipotong sesuai dengan pola, langkah
selanjutnya adalah menjahit sesuai dengan pola tersebut. Yang diperlukan adalah
ketelatenan dari penjahit.
Saat
ini kerajinan dari sampah plastik telah menjadi produk fashion
tersendiri yang berasal dari barang daur ulang atau bisa disebut trashion.
Trashion ini artinya fashion dari sampah.Dengan menjadi trashion nanti, produk
kerajinan daur ulang sampah kering akan bisa dinikmati tidak saja kalangan
masyarakat menengah ke bawah tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya
sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang akan dibeli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar