Kamis, 17 Januari 2013

Cerita Sampah

Cerita Sampah, Masalah, dan Pemanfaatannya sebagai solusi 

Oleh : NURIA WIDOWATI

Disampaikan pada acara : Temu Remaja di Kecamatan Karanglewas


Sampah menjadi masalah di mana saja, di kota mana saja, di kota atau di desa, dan siapa saja. sampah memang sudah menjadi ‘sunnatullah’ alias ‘hukum alam’. Melekat seperti dua keping mata uang. Sampah di sisi lain dan kehidupan di sisi lainnya. Rasanya tidak mungkin kita menghindarinya. Karena kita tidak bisa menghindarinya,maka langkah terbaik adalah MENGHADAPINYA.

Karakteristik Sampah Warga
Sampah warga sama seperti sampah-sampah kota pada umumnya. Sampah ini bercampur antara sampah organik dengan sampah non organik. Warga belum memiliki kesadaran untuk memisahkan antara sampah organik dengan sampah non organik. Sampah-sampah ini dikumpulkan setiap dua hari sekali oleh petugas sampah.
sampah warga didominasi oleh sampah-sampah non organik. Sampah non organik yang paling banyak adalah sampah plastik. sampah dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: sampah non organik dan sampah organik. Dari setiap kelompok ini berdasarkan bisa tidaknya didaur ulang dapat dikelompokkan menjadi bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang. Lihat gambar di bawah ini:

 
  Pembagian kelompok sampah warga

Contoh kelompok sampah tersebut adalah sebagai berikut:
A. Sampah Organik Bisa Didaur Ulang: kertas, kardus, koran, majalah, dll
B. Sampah Organik Tak Bisa Didaur Ulang: sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.
C. Sampah Non-organik Bisa Didaur Ulang: logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol
      minuman, kaleng, plastik, kaca, dll.
D. Sampah Non-organik Tak Bisa Didaur Ulang: plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.

Dalam kesempatan ini kita akan membahas pengolahan atau lebih tepatnya pemanfaatan sampah atau limbah tapi yg dari bahan plastik yaitu dengan memanfaatkannya sebagai bahan kerajinan, Kerajinan dari sampah plastik ini nantinya kita harapkan bisa menjadi alternatif peluang usaha di sekeliling kita.


Cara Mengolah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan

 

Langkah awal mengolah sampah plastik menjadi kerajinan adalah adalah memisahkan sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering dibersihkan. Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan dikeringkan kemudian dipotong-potong seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat. Pola dibuat sesuai dengan bentuk barang yang akan dibuat. Setelah dipotong sesuai dengan pola, langkah selanjutnya adalah menjahit sesuai dengan pola tersebut. Yang diperlukan adalah ketelatenan dari penjahit.
Saat ini kerajinan dari sampah plastik telah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari barang daur ulang atau bisa disebut trashion. Trashion ini artinya fashion dari sampah.Dengan menjadi trashion nanti, produk kerajinan daur ulang sampah kering akan bisa dinikmati tidak saja kalangan masyarakat menengah ke bawah tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang akan dibeli


Tidak ada komentar:

Posting Komentar