Ramah
Tidak setiap orang dilahirkan menjadi orang yang ramah. Tetapi
sebetulnya, keterampilan untuk bersifat ramah itu bisa dipelajari.
Kuncinya, kita punya hati menghargai orang lain
Rendah hati
Meski kita memiliki kemampuan yang menjadi asset penting di tempat
kerja, tidak ada alas an sombong. Toh, kemampuan itu bukan berasal dari
sendiri, melainkan talenta karunia Tuhan. Kesombongan akan mnjauhkan
kita dari pergaulan. Tetaplah rendah hati, jangan mersa malu untuk
meminta nasihat dan pendapat orang lain.
Mengharghai kemampuan teman
Tidak semua rekan memiliki kemampuan seperti kita. Janghanlah mencela
jika mereka tidak bekerja seperti yang kita harapkan. Sebaliknya,
dukunglah rekan kerja saat mereka mengalami kesulitan. Nobodys perfect.
Mungkin, mereka tidak secerdas Kita, tetapi mungkin juga mereka punya
keterampilan yang tidak Kita miliki.
Mau mendengar
Luangkan waktu untuk mengenal rekan kerja dan milikilah seni mendengar.
Mendengar memang tidak mudah karena kebanyakan orang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan. Mau mendengarkan pembicaraan akan
membuat kita diterima dan ini harus benar-benar ditunjukkan misalnya
menanggapi pembicaraan dengan antusias, mengajukan pertanyaan dan
menunjukkan empati.
Temukan penyelesaian
Perbedaan pendapat dengan rekan kerja pastilah selalu terjadi. Maklum,
tiap individu memiliki latar belakang (budaya maupun pendidikan),
karakter, dan idealisme yang berbeda. Saat menghadapi suatu
permasalahan, masing-masing tentu akan menanggapi dengan cara, gaya dan
ekspresi yang berlainan pula. Jika menemukan perbedaan segera selesaikan
secepat mungkin, jangan biarkan itu larut menjadi sebuah perselisihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar