Jumat, 26 Agustus 2011

HASIL SAMPINGAN UD "BERKAH TANI"

BEKAS SEMAIAN PADI MENGHASILAKN 70 KG SAYUR SAWI
Bekas winihan (semaian Padi) 6 X 11 M pun menghasilkan, 


Kolam ukuran 11 x 7 m, meghasilakan 35 kg bawal dan mujair
 

Jumat, 05 Agustus 2011

DEMPLOT " UD BERKAH TANI"

JUAL , BELI KOMODITI HASIL PERTANIAN,ALAT2 PENGOLAH LAHAN DAN HASIL PERTANIAN 
JL. KERTAWIBAWA KM 2 KARANGLEWAS,BANYUMAS 
  
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAMAN JAGUNG 
  
NK22 UMUR 60 Hari Setelah Tanam

 

Jumat, 29 April 2011

Profil Desa Pasir Wetan


flashvars="file=http://stafaband.info/prev/37078.mp3" allowfullscreen="true" allowscripaccess="always"
src="http://stafaband.info/newplayer.swf" width="100%" height="23"> 



DATA PROFIL DESA
Desa                   : PASIRWETAN
Kecamatan        : KARANGLEWAS
Kab. /
Kota         : KAB. BANYUMAS
Propinsi              : JAWATENGAH
Tahun                  : 2010

A.     DATA POTENSI DESA

I.                    POTENSI SUMBER DAYA ALAM
 1.      Luas Desa
TANAH SAWAH         : 33.84 ha
TANAH KERING         : 43.54 ha
TANAH PERKEBUNAN :   4.20 ha
2.      Orbitasi
Jarak ke Ibu Kota Kecamatan terdekat : 1.00 km
Lama tempuh ke Ibukota Kecamatan terdekat : 0.10 jam
Kendaraan umum ke Ibukota Kecamatan terdekat : ada

Jarak ke Ibu Kota Kabupaten terdekat   : 5.00 km
Lama tempuh ke Ibukota Kabupaten terdekat  : 0.25 jam
Kendaraan umum ke Ibukota Kabupaten terdekat: ada
3.      Iklim
Suhu rata-rata harian                     : 26 - 36 0C
Tinggi tempat                                 : 900.00 mdl
Bentang Wilayah                           : Datar

II.                  INDUSTRI
 1.      Kelompok Industri / Pengusaha
 o       Industri Alat / Mesin Pertanian & Bangunan :1 Unit
o       Industri Teknologi Tepat Guna   :   3 Unit
o       Industri Konstruksi Baja              :   8 Unit
o       Pengrajin Logam ( Emblem/Lencana ): 37 Unit
o       Pengrajin Pande Besi  : 11 Unit

2.      Hasil-Hasil Industri
 a.      Alat / Mesin Pertanian & Bangunan
o       Roda Traktor
o       Molen
o       Mesin Tresser ( Perontok Padi )



b.     Masin Teknologi Tepat Guna
o       Mesin Pengolah Biji Jarak
o       Mesin Penyaring Limbah
o       Mesin Pengolah Sampah
o       Mesin Penggiling Padi, Tepung, Jagung.

c.      Konstruksi Baja
o       Kolom
o       Teralis
o       Pagar
o       Kanopi
o       Pintu Besi
o       Roling door
o       Gerobak Sampah
o       Plang
o       Souvenir Logam
o       Perlengkapan kendaraan bermotor (Bemper, Knalpot dll)
d.      Emblem / Lencana, Plakat dll
o       Nama Emblem
o       Nama Logam Timbul ( untuk Gapura / Toko )
o       Plakat ( Kayu, Fiberglass )
o       Medali (untuk Sekolah & Even Olahraga, dll)
o       Pin ( untuk Instansi, Kelompok atau Parta )
o       Souvenir logam Kuningan & Stainlees Steel
o       Perlengkapan ABRI, POLRI dan PNS
o       Perlengkapan Pramuka dan Osis
o       Timang Sabuk



e.      Peralatan Rumah Tangga, Pertanian dan Pertukangan
o       Pisau
o       Cangkul
o       Arit
o       Tatah
o       Perangkap Tikus
o       Tapel Kuda
o       Dan peralatan lain sesuai dengan pesanan.



III.                PERTANIAN

1.      TANAMAN PANGAN

a.      Luas Tanam menurut Komoditas tahun ini

Jenis Komoditas
Luas (Ha)
Hasil (ton/ha)
Padi
Jagung
Kangkung
30.00
 3.00
 0.84
7.00
2.50

b.     Pemilikan lahan pertanian
Jumlah rumahtangga memiliki tanah pertanian  :   82 rtp
Tidak memiliki                                        :   40 rtp
Memiliki kurang dari 0.5 hA                  :   65 rtp
Memiliki 0.5 – 1.0 Ha                            :   11 rtp
Memiliki lebih ari 1 Ha                          :     6 rtp
Jumlah total rumahtangga petani        : 102 rtp
c.      Jenis dan kandungan tanah
Warna tanah (sebagian besar)            : Merah
Tekstur                                                    : Lempungan
Kedalaman                                             : 1 m

2.      KEHUTANAN
a.      Luas lahan kehutanan milik Rakyat    : 3 Ha
b.      Jenis Tanaman Hutan                          : Albasia
c.      Hasil pertahun                                       : 4.200 m3 / th

3.      PETERNAKAN
a.      Jenis Populasi Ternak
Sapi                             :   50 ekor
Kambing                     :   63 ekor
Ayam                           : 360 ekor
b.      Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak
            Luas Tanaman pakan ternak      : 2 Hektar

4.      SUMBER DAYA AIR
a.      Air Minum
a.      Mata air                                              :     4 unit
b.      Sumur gali                                          : 342 unit
c.      Sumur pompa                                    :   53 unit
d.      Sungai                                                :     4 unit
b.     Sungai
a.      Sungai Jengok                                  : Tidak Tercemar
b.      Sungai Penasalan                            : Tidak Tercemar
c.      Sungai Kenas                                   : Tidak Tercemar
d.      Sungai Apa                                       : Tidak Tercemar

5.      PERIKANAN
Empang / Kolam                                     : 1.7 Ha
Kelompok peternak Ikan                        :    2 Kelompok

Jenis Ikan dan Produksi
o       Gurameh                                      : 15 ton/th
o       Lele                                              : 36 ton/th
o       Mujaer / Nila                                : 26 ton/th
o       Bawal                                           : 20 ton/th
o       Mas                                              : 10 ton/th
o       Tawes & Melem                 : 21 ton/th

Jenis Usaha Pembenihan Ikan
o       Benih Gurameh
o       Benih Lele
o       Benih Mas
o       Benih Mujaer / Nila

6.      WISATA DAN BUDAYA

WISATA RELIGI :
a.      Situs Makam Syekh Mahdum Wali dan Pangeran Senopati Mangkubumi
b.      Makam Kiyahi Noer Chakim

BUDAYA
o       Ritual Asyuro / Suranan ( 1 Muharram )
o       Ritual Maulid Nabi Muhammad SAW
o       Shalawatan ( Muludan )
o       Macapatan
o       Hadroh
o       Gending Jawa

Minggu, 27 Maret 2011

Lomba Bermain sambil Bernyanyi

 Kembali Desa Pasir Wetan Didaulat mewakili Ex Kawedanan Purwokerto DP Ranting Kec.  Karanglewas, Kali ini Lomba Bermain sambil Bernyanyi TK Kab.  Banyumas

 Duta Lomba TK PKK Desa Pasir Wetan
Dari Ki-Ka: Fina, Lita,Shafna,Dida,Lela,Rayi
 
 Foto Profil TK PKK Desa Pasir Wetan Kec.  Karanglewas


KARANG TARUNA KAMANDAKA 8, DESA PASIR WETAN KEC.  KARANGLEWAS MASUK NOMINASI 10 BESAR KARTAR TERBAIK KAB. BANYUMAS

 hari ini kamis 24 Maret 2011 Kartar Kamandaka 8 menyambut tim penilai Kab.  Banyumas untuk menentukan Kartar terbaik mewakili Kab.  banyumas ke tingkat Provins 


 TIM Penilai Kab.  Banyumas menuju Tempat Penilaian di dampingi Pemerintah Desa dan Muspika serta diiringi Drumband Kartar Kamandaka 8 Ds.  Pasir Wetan 






 disambut juga dengan penampilan grup Marawis dan Hadroh serta Paduan Suara Kartar Kamandaka 8 desa Pasir Wetan

Sambutan Selamat Datang Karang Taruna Kamandaka 8                                                                                     





Sambutan Tim Penila Kartar Kabupaten olek Ketua Kartar Kab Banyumas









                                               


Selasa, 01 Maret 2011

Laporan Pertanggungjawaban Kepala Desa Pasir Wetan TA 2010

Sambutan Tunggal Camat Karanglewas

Seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 Pasal 15 ayat (2), bahwa selain Kewajiban yang dimaksud pada ayat (1) Kepala Desa mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa kepada Bupati/Wali Kota, memberikan Laporan keterangan peratanggunagjwaban kepada BPD, serta menginformasikan laporan Penyelenggaraan pemerintahan Desa kepada masyarakat

untuk memenuhi maksud yang terkandung dalam Peraturan tersebut itulah, Kepala Desa harus menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Penyerahan LKPJ Kepala Desa Kepada BPD

Selasa, 22 Februari 2011

Lomba Karang Taruna


sebagai Sharing bagi rekan-rekan anggota Karang Taruna Lainnya yang akan mengikuti lomba Karang Taruna Berprestasi tahun-tahun berikutnya. Penilaian dibagai memjadi 2 tahap Yaitu:
 
I. Penilaian Administratif

Hal-hal apa saja yang akan diperlukan :
1. Buku Induk
2. Buku Agenda Kegiatan
3. Buku Keuangan umum
4. Buku Notulen
5. Buku Daftar Hadir
8. Buku PMKS ( Biasanya dalam Bentuk Tabel Dan Diagram2 lebih bagus kalau dibuatkan         ukuran yang besar / white board / baner. untuk data silahkan meminta di Depsos)
9. Buku Kube / Kelompok Usaha Bersama (lebih bagus dipisah2 jika kube lebih dari satu, terdiri dari Kube unggulan, Kube Rintisan, Kube Rekanan)
10. Keuangan Kube Keseluruhan
11. Lebih bagus jika rekan-rekan buatkan profil dalam bentuk hard copy yang telah mencangkup seluruh kegiatan karang taruna baik latar belakang, struktur organisasi, pendanaan, bentuk pengelolaan dana, KUBE, data2 PMKS. Dll.
Jika telah melalui tahap tersebut maka akan diambil peserta 8 besar terbaik untuk kemudian menuju tahap penilaian selanjutnya.

 II. Penilaian Lapangan

Hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menyiapkan tahap penilaian ini?
1. Bentuk Tim Khusus untuk menangani event organizer.
2. Cek Seluruh Kube yang telah diajukan dalam penilaian sebelumnya. Baik Kondisi Kube, Papan Pengenal, Pegawai (jika ada)
3. Buat Penyambutan Panitia Penilai buat semeriah mungkin, bikin panggung terbuka dengan acara kesenian khas dari daerah anda.  adakan bazar d tepat tersebut dengan sponsor dari produk2 lokal. Kenapa harus demikian? dengan adanya Pentas dan bazar tersebut maka akan banyak warga Desa anda yang menonton, hal ini menandakan bahwa pemuda memiliki peran penting d lingkungan masyarakatnya. terbukti dengan membludaknya penonton acara penilaian lapang anda. terlebih lagi bazar juga dapat dimanfaatkan sebagai promosi produk usaha kecil d lingkungan anda, siapa tahu ada yang berminat dan bisa berinvestasi pada usaha tersebut.
4. Jangan lupa, event tersebut bukan hanya event pemuda karang taruna tetapi event semua Warga Desa anda. maka sangat penting untuk memohon bantuan dari segenap aparatur desa mulai dari RT sampai kelurahan, Kecamatan Sampai tingkat Kota karena secara tidak langsung event anda tersebut membawa nama Desa Kecamatan dan Kota Anda. Undang sebanyak Mungkin Instansi dan Organisasi yang ada di Kota Anda.
5. Lengkapi data PMKS Anda. kenapa hal ini penting? Data PMKS merupakan tolak ukur dari peran Karang Taruna Desa yang Peduli Pada Lingkungannya dan juga melihat seberapa jauh Peran Karang Taruna dalam Masyarakat Desa.
Demikian Semoga Sharing Pengalaman Kami Tersebut dapat membantu rekan2 anggota karang Taruna yang akan mengikuti Lomba Karang Taruna Berprestasi Tingkat Propinsi selanjutnya
Contoh Kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna Indarung :
·         UKS    : Pelayanan Kesejahteraan Sosial :
-       Melatih keterampilan Montir, perbengkelan
-       Perkebunan
-       Remaja mesjid
-       Bantuan Pasca Gempa
·         UEP
-       Perkebunan kakao
-       Perikanan ( 4 kolam ikan lele, nila dll)
-       Makanan ringan
-       Cedramata dari logam
-       Pupuk kompos
-       Paki rimba di buat pot tanaman.

Selasa, 01 Februari 2011

Satu lagi hasil nyata dari PNPM-MD Desa Pasir Wetan

Peresmian & pemotongan Pita Pembukaan Jalan Desa "Noer Djamkhasani" Ds. Pasir Wetan
Fotok dari kika: Kapolsek Karanglewas,Kades Pasir Wetan,Camat Karanglewas,Kepala BAPELUH & PH Kab. Banyumas



Pemotongan Tumpeng Selamatan pada Pembukaan Jl Desa Noer Djamkhasani Desa Pasir Wetan oleh Camat Karanglewas : Drs.  Untung Sugayanto, M.Hum.

 Dilanjutkan Peninjauan bersama


Senin, 10 Januari 2011

www.ciputraentrepreneurship.com. Topic: 3 Pelajaran Berharga dari Miliuner China

3 Pelajaran Berharga dari Miliuner China 2 Months, 4 Weeks ago   
Siapa tak kenal China? China sekarang sudah menjadi sebuah kekuatan ekonomi global yang sangat diperhitungkan oleh rival-rival beratnya seperti negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Dengan kuantitas penduduknya yang sangat besar, China memang kesulitan untuk mengatur pertumbuhan penduduk apalgi menyejahterakannya. Tetapi ini justru dijadikan sebagai aset dalam menggerakkan perekonomian bangsa. Dan dibalik kekuatan ekonomi China, tersimpan potensi besar entrepreneurship. Banyak pengusaha dan taipan sukses bermunculan di China seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Inilah beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari prestasi para entrepreneur unggul asal China.

PELAJARAN 1 : PERCAYA BAHWA SEMUA HAL ITU MUNGKIN
Percayalah bahwa semua kemungkinan itu bisa menjadi kenyataan dan hal satu-satunya yang bisa menghentikan Anda cuma diri Anda sendiri. Anda bisa saja anak seorang petani miskin yang putus sekolah karena keterbatasan biaya, tidak memiliki kerabat kaya raya, tidak memiliki teman atau saudara yang bisa memberikan pekerjaan yang baik, atau tidak memiliki otak yang terlalu encer, dan sebagainya. Namun, jika Anda tidak segan untuk memulai dengan pekerjaan yang sepele dan berat di awal-awal karir, maka adalah sebuah keniscayaan bahwa Anda akan semakin berkembang lebih baik seiring dengan berjalannya waktu dan terbangunnya reputasi Anda. Banyak orang melupakan betapa berharganya kerja keras karena mereka terlalu fokus pada mudahnya kehidupan jika telah mencapai level yang leih tinggi.



PELAJARAN 2: HORMATI ORANG LAIN
Banyak orang yang harus menanggung konsekuensi akibat perilaku atau sikap negatif yang meremehkan orang lain di masa lalu. Saatnya belajar untuk menghargai kehadiran orang lain dan membuat mereka menjadi teman bukan lawan. Dengan menghargai orang lain, kemungkinan Anda akan mendapatkan musuh dan masalah di kemudian hari saat sudah menjadi lebih sukses akan lebih kecil. Jika Anda sanggup menghargai dan bertemena dengan sebanyak mungkin orang, niscaya jalan menuju sukses akan terbuka lebih lebar dan lega.


PELAJARAN 3: BERBAGI KEKAYAAN
Buatlah orang lain menjadi kaya, maka Anda akan kaya lebih mudah. Terdengar agak konyol tapi memnag begitulah adanya. Bukanlah sebuah kebodohan untuk membiarkan mitra bisnis Anda meraup untung lebih dulu. Bekerjasamalah dengan setia dengan mitra-mitra kepercayaan Anda. Jangan terlalu sering dan cepat berganti mitra, apalagi tanpa alasan yang jelas.

Dan janganlah terlalu rakus dengan berambisi memiliki atau menguasai semua yang ada di depan Anda. Berbagilah dengan orang lain. Dengan berbagi memang keuntungan Anda menjadi lebih sedikit namun dalam jangka panjang Anda pasti akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Berpegang teguhlah pada nilai-nilai kebajikan saat menjalankan usaha dan Anda akan terkejut melihat hasilnya kelak.

Minggu, 02 Januari 2011

Cara Mudah Membuat Kompos

kompos
PDF Print E-mail

Tidak banyak yang menyadari bila setiap hari kita memproduksi sampah yang jumlahnya terus meninggi.  Dan, kita juga tidak banyak menyadariya kian hari  kian sulit untuk membuang sampah.


Karena volume yang terus meninggi, lahan TPA (tempat pembuangan akhir sampah) cepat habis. Dan untuk memperluasnya tidaklah mudah. Reaksi warga di sekitar TPA  juga keras ketika mendengar ada rencana perluasan.

Mencari lahan TPA baru, terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa lebih  sulit lagi. Warga sekitar  dengan keras selalu menolaknya. Mereka tidak rela bila pemukiman berdekatan dengan  tumpukan sampah. Ya.. siapa yang mau hidup  di lingkungan yang hampir tiap hari menghirup udara busuk.

Ada satu cara untuk menanggulangi makin menggunungnya sampah. Jika setiap rumah  tangga  memanfaatkan sampah organiknya untuk pupuk alami (kompos) bisa dihitung berapa pengurangan volume sampah yang terjadi.

Membuat pupuk kompos sendiri dari sampah organik tidaklah sulit. Berikut ini adalah cara membuat kompos.


1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :

  1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
  2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
  3. Jemur sampai kering, lalu ayak
  4. Bubuhkan 50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan:
  1. 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  2. 6,5 m3 kulit buah kopi
  3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  4. 30 kg abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat
  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
  2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
  3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
  4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera menurun lagi.
  5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
  6. 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
  7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
  8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.


2.  Kompos Sistem Bogor
Bahan :

  1. Sampah mudah lapuk (garbage)kompos-3
  2. Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
  3. Kotoran ternak memamah biak
  4. Abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat:
  1. Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x 2,5 meter.
  2. Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi tipis-tipis dan merata.
  3. Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
  4. Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.
  5. Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
  6. Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan 60 hari.
  7. Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.
  8. Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses pengomposan.

3. Kompos Sistem Terowongan Udara
Membuat kompos dengan sistem terowongan udara, yaitu dengan menumpukkan daun-daun, potongan rumput dan bahan lain di atas segitiga panjang yang terbuat dari bambu atau kayu.

Bahan :

  1. Daun, rumput
  2. Sampah organik
kompos_saringCara membuat:
  1. Buat terowongan segitiga.
  2. Terowongan udara terbuat dari bambu atau kayu berukuran kira kira : tinggi 20 cm, panjang 1.5 - 2 meter. Buatlah dua buah dan letakkan berdampingan.
  3. Tumpuklah daun dan  bahan yang lain diatas satu terowongan udara & biarkan yang satunya.
  4. Tambahkan bahan & siram dengan air secara teratur setiap hari agar tumpukan tetap lembab.
  5. Setelah bagian bawah mulai menghitam (seperti tanah), baliklah tumpukan keatas terowongan udara yang satunya. Tumpuk bahan yang baru di atas terowongan yang lama.
  6. Jaga kelembaban tumpukan dengan menyiramnya secara teratur & biarkan sampai menjadi kompos (kira-kira 6 minggu atau warnanya kehitaman semua).
  7. Setelah bahannya menjadi kompos, bisa digunakan untuk kebun. Ulangi lagi proses diatas, supaya anda selalu punya kompos.
  8. Kompos yang anda buat sendiri ini bisa digunakan untuk kesuburan tanah dan kesehatan tanaman anda.


4. Kompos Rumah Tangga
Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban.

Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.

Bahan
kompos-4

  1. Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic.
  2. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.
  3. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Membuat
  1. Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
  2. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
  3. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
  4. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
  5. Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.
  6. Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
  7. Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.