PREVIEW PIALA DUNIA 2010: Uruguay vs Korea Selatan
Oleh Aditya Ramadhan, Goal.com - 22 jam yang laluKick Off 26 Juni 2010 01:30:00 WIT
Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
Empat dekade Uruguay menjadi mediocre Piala Dunia. Mereka terakhir kali tampil mengesankan di Piala Dunia 1970, dengan mencapai semifinal.
Korsel adalah peserta reguler Piala Dunia dari Asia. Mereka tampil 11 kali, tapi baru bisa lolos dari babak penyisihan -- bahkan mencapai semifinal -- saat menjadi tuan rumah di tahun 2002. Tidak ada yang percaya Korsel akan bisa lolos dari penyisihan grup ketika Piala Dunia digelar di luar negaranya.
Kini keduanya bertemu untuk membuktikan betapa mereka hadir di babak kedua bukan berkat keberuntungan. Mereka ingin melangkah lebih jauh untuk menghilangkan kesan mediocre.
Uruguay adalah juara Grup A, dengan dua kemenangan dan sekali seri. Mereka mengawali bencana di kubu Prancis, dengan menahannya di pertandingan pertama.
Korsel runner up Grup B dengan empat angka. Mereka mendepak Nigeria, salah satu harapan publik Afrika di Piala Dunia 2010.
Orang Korsel bisanya enggan membicarakan peluang mereka, atau membicarakan laga berikut, tapi pelatih Huh Jung-moo mengatakan; "Kami sedang menatap peluang mencapai lebih dari sekadar babak kedua."
Menurut Huh, pemainnya tidak akan puas sekadar lolos ke babak 16, karena mereka telah bekerja keras untuk mencapai semifinal. Pemain Korsel terobsesi mengulang apa yang pernah dilakukannya di tahun 2002 bersama Guus Hiddink.
Peforma Korsel menunjukan gejala peningkatan, dengan kepandaian umpan, keyakinan menerobos pertahanan lawan, dan paru-paru yang sehat. Namun enam gol yang bersarang ke gawangnya dalam dua laga terakhir memperlihatkan pertahanan Korsel rapuh.
Bertolak belakang dengan Korsel, Uruguay belum kebobolan di tiga laga penyisihan dan layak difavoritkan dalam laga ini. Mereka menjadi juara grup kali pertama sejak Piala Dunia 1950, atau saat mereka menjadi juara.
Uruguay dipastikan masih akan menurunkan the winning formation, dengan Diego Forlan bermain di belakang Luis Suarez dan Edinson Cavano. Duet maut ini diyakini akan bisa mengoyak pertahanan Korsel.
Gelandang Diego Perez mengatakan fokus mereka saat ini adalah mempertahankan libido menyerangnya, tapi tak mengabaikan lini belakang. Korsel, menurut Perez, diyakini akan bermain lepas dan menyerang dari semua posisi.
"Korsel adalah harapan Asia, benua terpadat di dunia," ujar Perez.
Uruguay, menurut Perez, sejauh ini telah membuktikan sebagai tim dengan lini belakang terkuat dan mampu menyerang. Ia yakin timnya akan bisa menjaga keseimbangan ini.
"Sekian lama kami menunggu kesempatan bermain di babak kedua. Kini, kami ingin menikmatinya. Kami ingin melewati Korsel," Perez mengakhiri.
Uruguay
04-03-2010 Swiss 1 - 3 Uruguay
27-05-2010 Uruguay 4 - 1 Israel
12-06-2010 Uruguay 0 - 0 Prancis
17-06-2010 Afsel 0 - 3 Uruguay
22-06-2010 Meksiko 0 - 1 Uruguay
Korea Selatan
30-05-2010 Korea Selatan 0 - 1 Belarus
03-06-2010 Spanyol 1 - 0 Korea Selatan
12-06-2010 Korea Selatan 2 - 0 Yunani
17-06-2010 Argentina 4 - 1 Korea Selatan
23-06-2010 Nigeria 2 - 2 Korea Selatan
Uruguay harus menunggu empat dekade untuk kembali bermain di babak kedua. Korsel melanggar tradisi dengan membicarakan peluangnya.">
Situasi Uruguay
Pelatih Oscar Washington Tabarez telah memperlihatkan kepada dunia bagaimana Uruguay bermain, dan bagaimana mendaya-gunakan bakat yang dimilikinya. Ia kemungkinan tidak akan mengubah starting line up, karena tidak ada yang cedera atau terkena larangan bermain.
Prakiraan Susunan Pemain: Muslera; M. Pereira, Lugano, Godin, Fucile; Perez, Arevalo, A. Pereira; Forlan; Suarez, Cavani
Situasi Korea Selatan
Korsel tidak punya varisi komposisi. Hun Jung-moo juga tidak mungkin berjudi, dengan mengganti salah salah satu -- atau mungkin lebih -- pemain yang meloloskan Korsel ke babak kedua.
Prakiraan Susunan Pemain: Jung Sung-Ryong; Cha Du-Ri, Cho Yong-Hyung, Lee Jung-Soo, Lee Young-Pyo; Park Ji-Sung, Kim Jung-Woo, Ki Sung-Yong, Lee Chung-Yong; Park Chu-Young, Lee Dong-Guk
Pemain Layak Diamati
Diego Forlan: Inilah salah satu player of the tournament. Dia memimpin Uruguay, mencetak gol, dan memberi inspirasi kepada rekan-rekannya. Forlan sedang berada dalam puncak performanya, dan diyakini tidak akan berhenti sampai di sini.
Park Chu-Young: Sepanjang Piala Dunia 2010, performa Park Chu-young mungkin yang paling konsisten. Ia bisa mencetak gol dari semua posisi, dan piawai memanfaatkan bola-bola mati.
Prediksi
Uruguay yakin mereka akan mencapai perempat final kali pertama dalam 40 tahun. Keyakinan yang beralasan, karena lini belakangnya termasuk paling kuat. Korsel mungkin tidak mudah dikalahkan, dan berpotensi membuat hidup Uruguay sangat sulit sepanjang 90 menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar